Khamis, 29 Mac 2012

motivate Boy Scouts’ top rank



Devin Ward, left, and Derek Ward sit on the steps Devin built for his final Eagle Scout project.

Two brothers from Frenship High School have earned their Eagle Scout rank and will be honored during a Court of Honor ceremony in April.
Derek Ward, 17, and Devin Ward, 14, started Boy Scouts as just a fun activity, but both became more interested in it as time went on. They are the sons of Robert and Vicki Ward.
“It was just something that I thought was fun to do,” said Derek of his earliest days in Boy Scouts. “There were some people that were older Scouts … that I saw get it. I wanted to be like them, and therefore, I decided to get it.”
Derek, a senior at FHS, said he was 12 when he decided to go after the achievement. He finished many of the prerequisites, but then other interests took hold for him.
“Whenever I got to Life, which is the rank right before Eagle … I started getting girlfriends and driving, and I didn’t get the requirements done for a while,” he said.
But a project that he’d researched doing over the years for his final project continued to hold his interest.
“Whenever I was about 15, I was going to do my project on a village in Kenya, Africa,” he said.
He was inspired by hearing about the village, where they lacked school supplies. But after researching how to get supplies there, he said he was disappointed to find out there was no reliable and cost-effective way to get the supplies to their intended destination.
After more research, he found an orphanage in Mexico that also needed school supplies, and found that shipping to the orphanage would be easier.
He corresponded twice with the teacher at the orphanage, he said. The first time, she simply gave him a wish list. After he started a collection drive in September and sent the items to her, she wrote to thank him.
“She said they never expected what they got, and everybody is really grateful,” said Derek. “Now they have about five years of supplies, plus some.”
Derek is currently a senior patrol leader of his Scout troop, and hopes to be involved in a new Boy Scout Venture Crew. He’s also in FHS band and National Honor Society.
He said he and his brother, Devin, did not compete over the Eagle accomplishment.
“It was more like we used each other as motivation to get there,” said Derek.
Devin, a freshman at FHS, said his grandfather, Jerry Stamps, motivated him to attain Eagle Scout.
“He pushed me, because he didn’t make it,” said Devin.
Devin said seeing Derek have fun as a Scout inspired him to join the Boy Scout organization. Their dad was the Scout leader, so Devin got to see what the older Scouts were doing.
“I learned everything twice with his group,” he said.
The campouts, meeting new people, learning new things and having fun are what Devin enjoys about Scouting.
For his final project, he built steps for pre-kindergarten and kindergarten students at Crestview Elementary School and Bennett Elementary School. The students can stand on the steps to reach the Standard Action Boards, which are more technologically advanced versions of blackboards, he said.
Making the steps for 13 different classrooms took about 181 hours, said Devin. He put in 40 of those hours and supervised many assistants in finishing the project.
“They were building it, and I was supervising them. I would show them what to do, and they would do it,” he said.
Since his mother is a pre-kindergarten teacher at Bennett Elementary School, Devin said he has been able to see students using his project, and was happy that his work would help schools.
“I was proud of the people that helped me. I was excited to get the project over and to make a difference in the community,” he said.
Devin also plays baseball, and is in the FHS athletics and media programs.

Rabu, 21 Mac 2012

Tujuh Kalimat Yang Harus Dibiasakan.

Tujuh Kalimat Yang Harus Dibiasakan.

1. بِــــــــــسْمِ الَّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـم

Bismillahirrohmanirrohiim.
Setiap hendak melakukan sesuatu.

2. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْـعَالَمِيْـن

Alhamdulillahirobbil'alamiin.
Setiap habis melakukan sesuatu.

3. اَسْتَغْفِرُاللَهَ الْعَظِيْمِ

Astagfirullahal'adziim.
Jika melakukan sesuatu yg buruk.

4. اِنْشَاءَ اللَّه

Insya Allah. 
Jika ingin melakukan sesuatu pada masa yang akan datang.

5. لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَاِلاَّبِاللَّه

Laa hawlawalaa quwwata illabiillah.
Bila tidak bisa melakukan sesuatu yang agak berat/melihat hal yang buruk.

6. اِنَّالِلَه وَاِنَّااِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

Inna lillahi waainnaa ilayhi rooji'un.
Jika melihat/menghadapi musibah.

7. لاَاِلَهَ اِلاَّاللَه مُحَمَّدَالرَّسُوْلُ اللَه

Laa ilaha ilaallah Muhammadarrosuwlullah
Bacalah siang & malam sebanyaknya.

Ada 2 pilihan untuk anda :-)

1. Biarkan tanpa bermanfaat untuk orang lain.
2. Anda sebarkan dan kongsikan dengan semua kenalan anda.

credit to Muaz Omar

Selasa, 20 Mac 2012

Cikgu Dan Cita-cita murid


semasa bersekolah dulu cikgu ada bertanya pasal cita-cita aku nak jadi apa bila besar nanti. Dia ada bagi satu dokumen suruh aku isi tentang cita-cita aku. Tak silap aku dia nak 3 jenis. Aku masa tu isi doktor, cikgu dan askar. Yang bestnya tiap-tiap tahun dia kasi suruh isi. Natijahnya tiap-tiap tahun itulah cita-cita tu sering berubah-ubah. Tak boleh ke isi sekali je lepas tu tak payah isi lagi? Persoalan ini sering bermain didalam kepala hotak aku pada masa tu. Nak tanya cikgu takut pula. Aku pernah tulis nak jadi penyanyi tahu tak dekat cita-cita aku walaupun aku tahu suara aku setaraf itik serati. Aku delete cita-cita jadi doktor dan tukar kepada cita-cita jadi penyanyi sebab aku tersedar yang aku ada fobia takut pada darah. Satu hari aku terbaca satu cerita (aku dah lupa tajuk dia). Ouh baru aku tahu kenapa dia suruh isi cita-cita pada setiap tahun. Korang nak tahu tak kenapa? 

Syair lebih baik dari nanah?


Setelah membaca statusnya Ustadz Aris di facebook, hati ini tersentak! Saya merasa ditusuk, sesuatu di dada.
Lebih baik dada seseorang dipenuhi nanah hingga menyesakkan paru-parunya dari pada dipenuhi syair. (Muttafaqun 'alaih) ~ HR Bukhari [6155] dan Muslim [2257]
Entah mengapa tiba-tiba merasa buanyak salahnya. Teringat dengan hafalan yang semakin buruk, teringat dengan semakin malasnya membaca buku. Teringat dengan puisi di blog ini, teringat dengan posting-posting galau. Mengingatkan saya pada kecintaan terhadap sastra khususnya puisi. Secara tidak langsung akan menjauhkan saya pada sastra yang tidak ada bandingnya atas keindahannya, yaitu Al Qur'an. Alhamdulillah saya sendiri kurang suka dengan syair (kebanyakan) lagu, apalagi menghafalkannya.

Jika meninggalkan sama sekali syair, saya rasa tidak bisa. Mungkin menguranginya atau fokus pada puisi/syair yang jauh dari galau dan kata sia-sia. Semoga saja. Seperti halnya para 'ulama juga kadang bersyair. Akan tetapi syair orang yang berilmu dengan selainnya jelas beda dari segi isi. 



Semoga mulai sekarang dan seterusnya saya dijauhkan dari perkataan yang sia-sia dan syair galau. Sangat berharap apa yang saya posting dapat bermanfaat bagi siapapun yang membaca. Akan lebih bahagia jika dapat bermanfaat dunia akhirat.




Saya masih cinta hujan
cinta nada yang dihasilkan
harum tanah selepas hujan pergi
sejuk mata dan hati 

Saya masih cinta hujan
atas keberkahan yang diturunkan
atas doa-doa yang terkabulkan
atas kesuburan tiap jengkal tanah yang dialui
atas keseimbangan alam yang tak tergantikan 

Saya masih cinta hujan
dan tidak akan pernah membencinya
terlebih penciptanya


Rabu, 14 Mac 2012

Jangan Lupa!!!



( Nantikan cerita "masihkah kau ingat" episod petama )

Jangan sombong dengan kelebihan sementara

Seorang Executive muda yang berjaya sedang memandu disebuah perkampungan di pinggir Bandar. Ia memandu agak laju dengan sebuah kereta WAJA yang berprestasi tinggi yang baru sahaja dibelinya. Sambil ia memandu perlahan-lahan ia sedang memerhatikan seorang anak kecil dicelah-celah kereta yang diletakkan ditepi jalan , ia memperlahankan keretanya untuk melihat sesuatu yang difikirkannya.
Seelok-elok sahaja kereta Waja tersebut melintasi kawasan tersebut ; anak kecil tidak kelihatan tetapi seketul batu dilontarkan tepat mengena pintu disebelah kanan kereta Waja tersebut.
Apalagi Executive muda tersebut menekan brek sekuat hatinya dan berundur ke tempat dimana Anak kecil tadi berdiri. Dengan marahnya dia keluar dari kereta terus meluru ke arah Anak kecil , menarik tangan anak kecil dan menghempasnya ke kereta yang terletak ditepi jalan dan terus memarahi Anak kecil tadi :
” Apa ni ? Siapa awak ? dan apa ke jadahnya awak berada disini ? Itu kereta baru , mahal dan susah nak baiki ? Awak tau tak ? Kenapa awak buat ini semua ? jerit Executive tersebut.
Anak kecil itu tunduk sedih , sayu dan memohon maaf ; ” Saya meminta maaf Pakcik, Saya tak tahu apa patut saya buat , ia merayu . Saya melontar batu kerana tak ada orang yang berhenti disini apabila saya panggil”.
Dengan linangan air mata ia menunjukkan ke satu sudut yang tidak jauh dari situ. “Itu abang saya , ia jatuh dari kerusi roda dari tebing disebelah dan tak ada orang yang dapat mengangkatnya kembali. Boleh tak Pakcik menolong saya , ia cedera dan ia terlalu berat untuk saya.
Dengan rasa terharu, Executive muda tersebut melepaskan anak kecil tersebut dan terus mengangkat abangnya dan meletakkannya kembali ke kerusi roda.
Terima kasih , pakcik, Saya doakan pakcik selamat dunia dan akhirat.
Tak dapat digambarkan dengan perkataan , Executive muda hanya melihat dengan sayu, Anak kecil tersebut menyorong abangnya yang cacat dan cedera pulang menuju ke rumahnya. Anak sekecil itu boleh mendoakannya akan kesejahteraan hidupnya.
Executive muda tersebut berjalan perlahan ke arah kereta , WAJA kemek teruk tetapi ia membiarkan saja tanpa dibaiki. Ia mengingatkannya bahawa kita tidak perlu berkejar-kejar dalam kehidupan ini sehinggakan seseorang melontar batu hanya kerana hendakkan perhatian .
Pengajaran :
Tuhan tidak menjanjikan hidup ini tidak pernah susah, bersuka-ria tanpa kesedihan, panas tanpa hujan tetapi ia memberi kita kekuatan, menenangkan kita semasa kesedihan dan menunjukkan jalan yang sebenar-benarnya. Janganlah kita sombong dengan kelebihan yang sementara.
=========
Semoga menjadi iktibar dan renungan kita bersama…

Khamis, 1 Mac 2012

Masihkah kau ingat? sinopsis

Masihkah kau ingat?

Sinopsis

Sebuah kisah yang menceritakan seorang lelaki yang bernama faizal.
seorang yang nakal , pendiam dan 'chill' . beliau tinggal di taman 
perumahan yang tidak jauh dari bandar . kehidupan beliau di dalam 
kelompok sederhana , nak kata kaya pun tak , nak kata miskin pun tak.
perjalanan hidupnya penuh suka duka yang membentuk dia menjadi seorang 
tabah menghadapi ujian . peristiwa hitamnya tak dapat dilupakan 
sehingga cikgunya ingin memotang tangan beliau kerana ...
nantikan Masihkah kau ingat? pastikan anda follow di blog ini..

Penulis : Fadzli

cerita ini adalah dibawah hakcipta blog

Jumaat, 17 Februari 2012

Happy Birthday Muaz Omar



Muaz Omar

selamat hari lahir kawanku .
jasamu akan ku kenang selalu.
thanks to be my friend.
your a the best my nakama